Kamis, 13 Maret 2014

PEMILU 2014

Survei Lembaga Klimatologi Politik  di Tahun 2014
Pada akhir ini survei  meyatakan pada lembaga klimatologi politik menyebutkan  pada tingkat "swing voters" atau pemilih yang sudah punya pilihan, namun tergadang masih ragu-ragu dalam memilih calon presiden cenderung menurun hingga yaitu 29,1 persen.
Survei LKP itu menyebutkan Wiranto dan Prabowo bersaing ketat di posisi kedua serta ketiga dengan elektabilitas masing-masing 15,6 persen dan 15,4 persen.
Dia menjelaskan di posisi keempat ada Aburizal Bakrie dengan 10,9 persen, Megawati Soekarnoputri 5,3 persen, Jusuf Kalla 4,1 persen, Rhoma Irama 3,3 persen, Dahlan Iskan 3,1 persen, dan Mahfud MD 2,2 persen.Selanjutnya menurut dia Yusril Ihza Mahendra 1,7 persen, Surya Paloh 1,5 persen, Hatta Rajasa 1,5 persen, dan Sutiyoso 0,5 persen.
Sementara itu dari sisi popularitas capres, nama Megawati Soekarnoputri di posisi teratas yaitu 98,5 persen, Jokowi 98,3 persen, Wiranto 98,1 persen, Prabowo Subianto 97,9 persen, dan Rhoma Irama 96,7 persen.
Dia menjelaskan dari hasil survei LKP, elektabilitas PDI Perjuangan tetap teratas yaitu 21,8 persen dan Golkar 18,1 persen, disusul Hanura sebesar 11,3 persen dan Gerindra 11,1 persen.
Survei itu dilakukan dari 26 Februari sampai 6 Maret 2014 yang dilakukan di 34 provinsi dengan sampel sebanyak 1.240 responden dengan teknik "multi-stage random sampling".
Ambang kesalahan dalam survei itu sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka dengan responden dengan bantuan kuesioner. Survei itu dilengkapi dengan analisis media dari 10 surat kabar nasional dan 10 media "online" atau daring nasional.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/03/13/n2d6ir-gerindra-prabowo-cocok-berpasangan-dengan-hatta.

Jumat, 15 November 2013




A. PENDAHULUAN

      Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu mencakup segala aspek kehidupan yang didukung dengan teori-teori para ahli dan dapat diuji kepastiannya. Cakupan ilmu pengetahuan sangat luas dan tak terbatas. Selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu seiringdengan berkembangnya jaman. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi pun berkembang pesat.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Teknologi telah mempengaruhi segala hal di sekelilingnya dengan berbagai cara. Salah satu contoh yang paling dekat dengan kehidupan kita adalah penggunaan ponsel. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan kalangan bisnis sangat ketergantungan terhadap benda tersebut.
Begitu pula dengan merebaknya industri yang mulai menggantikan tenaga kerjanya dengan mesin. Hal ini tentu saja memegang peranan yang amat besar terhadap meningkatnya jumlah pengangguran dan kasus kemiskinan di masyarakat. Dalam tulisan saya kali ini, saya akan membahas mengenai hubungan perkembangan teknologi denga kemiskinan.

B. TEKNOLOGI dan KEMISKINAN
Seperti yang telah tertulis pada bab sebelumnya, yakni perkembangan teknologi memegang peranan yang besar terhadap meningkatnya angka kemiskinan di masyarakat. Mengapa demikian? Marilah kita kutip masalah yang paling sering terjadi akhir-akhir ini.
Banyak sekali perusahaan besar yang mulai beralih untuk menggunakan teknologi terbaru untuk meningkatkan jumlah produksi dan tidak memperhatikan nasib karyawannya. Perusahaan tersebut menggantikan SDM yang ada dengan tenaga mesin. Denga alasan untuk meningkatkan jumlah produksi dan mengurangi biaya yang dikelurkan. Akibatnya, banyak karyawan yang terpaksa harus megalami PHK. Tanpa adanya skill ataupun berbekal ilmu, alhasil para karyawan ini pun sulit untuk mendapatkan pekerjaan baru guna memenuhi kebutuhan yang terus mendesak.
Belum lagi bila 70 dari 100 perusahaan yang ada melakukan hal yang sama, yakni mengganti SDA yang ada dengan tenaga mesin. Peluang kerja pun akan menjadi jauh lebih sulit. Meskipun masih ada perusahaan lain yang sebenarnya masih bisa menampung mereka. Tetapi sampai kapan? Sedangkan jumlah penduduk yang masih membutuhkan pekerjaan terlampau banyak dan tidak terkendali.
Seharusnya perusahaan yang ada lebih bisa memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Boleh saja menggunakan teknologi terkini, tapi harus diimbangi antara kemajuan perusahaan dan kesejahteraan karyawannya. Tidak harus 100% menggunakan tenaga mesin. Perusahaan pun seharusnya membekali karyawannya dengan pelatihan dan ilmu yang dapat digunakan di masa mendatang. Agar bisa menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan terdidik.

C. KESIMPULAN
Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan sangat berkesinambungan. Oleh karena itu, segala aspek yang ada harus berjalan dengan sama(balance).Sehingga angka kemiskinan pun tidak bertambah lagi.

Sumber: WIKIPEDIA.