Ilmu atau ilmu
pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan,
dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam
alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang
pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan
kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu mencakup segala aspek kehidupan yang
didukung dengan teori-teori para ahli dan dapat diuji kepastiannya. Cakupan
ilmu pengetahuan sangat luas dan tak terbatas. Selalu mengalami perkembangan dari
waktu ke waktu seiringdengan berkembangnya jaman. Seiring dengan berkembangnya
ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi pun berkembang pesat.
Teknologi adalah keseluruhan sarana
untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan
hidup manusia.
Teknologi telah mempengaruhi segala hal di
sekelilingnya dengan berbagai cara. Salah satu contoh yang paling dekat dengan
kehidupan kita adalah penggunaan ponsel. Mulai dari anak-anak hingga orang
dewasa dan kalangan bisnis sangat ketergantungan terhadap benda tersebut.
Begitu pula dengan merebaknya industri yang mulai
menggantikan tenaga kerjanya dengan mesin. Hal ini tentu saja memegang peranan
yang amat besar terhadap meningkatnya jumlah pengangguran dan kasus kemiskinan
di masyarakat. Dalam tulisan saya kali ini, saya akan membahas mengenai
hubungan perkembangan teknologi denga kemiskinan.
B. TEKNOLOGI dan KEMISKINAN
Seperti yang telah tertulis pada bab sebelumnya,
yakni perkembangan teknologi memegang peranan yang besar terhadap meningkatnya
angka kemiskinan di masyarakat. Mengapa demikian? Marilah kita kutip masalah
yang paling sering terjadi akhir-akhir ini.
Banyak sekali perusahaan besar yang mulai beralih
untuk menggunakan teknologi terbaru untuk meningkatkan jumlah produksi dan
tidak memperhatikan nasib karyawannya. Perusahaan tersebut menggantikan SDM
yang ada dengan tenaga mesin. Denga alasan untuk meningkatkan jumlah produksi
dan mengurangi biaya yang dikelurkan. Akibatnya, banyak karyawan yang terpaksa
harus megalami PHK. Tanpa adanya skill ataupun berbekal ilmu, alhasil para
karyawan ini pun sulit untuk mendapatkan pekerjaan baru guna memenuhi kebutuhan
yang terus mendesak.
Belum lagi bila 70 dari 100 perusahaan yang ada
melakukan hal yang sama, yakni mengganti SDA yang ada dengan tenaga mesin.
Peluang kerja pun akan menjadi jauh lebih sulit. Meskipun masih ada perusahaan
lain yang sebenarnya masih bisa menampung mereka. Tetapi sampai kapan?
Sedangkan jumlah penduduk yang masih membutuhkan pekerjaan terlampau banyak dan
tidak terkendali.
Seharusnya perusahaan yang ada lebih bisa
memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Boleh saja menggunakan teknologi
terkini, tapi harus diimbangi antara kemajuan perusahaan dan kesejahteraan
karyawannya. Tidak harus 100% menggunakan tenaga mesin. Perusahaan pun
seharusnya membekali karyawannya dengan pelatihan dan ilmu yang dapat digunakan
di masa mendatang. Agar bisa menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan
terdidik.
C. KESIMPULAN
Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan
sangat berkesinambungan. Oleh karena itu, segala aspek yang ada harus berjalan
dengan sama(balance).Sehingga angka kemiskinan pun tidak bertambah lagi.
Sumber: WIKIPEDIA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar